fitografi

Morfologi Tumbuhan(Fitografi)
Morfologi adalah ilmu yang struktur luar
Fitografi berasal dari kata fit dan grafi( fito artinya tumbuhan dan grafi artinya penggembaran) Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa fitografi adalah ilmu yang mempelajari tentang deskripsi tumbuhan / pencandraan tumbuhan / pertelaan tumbuhan(pertelaan ketika jenis yang pertama kali dipublikasikan harus pakai bahasa latin.
Mempelajari Keragaman Tumbuhan
~ Berbagai tipe ekosistem
~ Tumbuhan kosmetika, rempah dan obat
~ Timber Plant (tanaman hutan produksi)
~ Tumbuhan pangan
~ Vegetables
~ Holtikultura
Aplikasi Morfologi
~ Pengenalan tumbuhan melalui taksonomi
~ Pengelolaan wilayah pesisir
~ Arsitektur lanskap
~ Pertamanan
~ Reklamasi
~ Studi Amdal
~ Penghijauan
Penampakan tumbuhan
1. Pohon
Ciri : berkayu,batang utama jelas,memiliki percabangan contoh pada bambu
2. Perdu/semak(shrubs)
Ciri : Berkayu, bagian tengah,terdapat jaringan gabus contoh capsicum frutescens(cabai rawit) dan manihot utilisima(singkong).
3. Terna (herbs)
Ciri : tidak berkayu dan batang mengandung air contoh musa paradisiaca.
4. Liana (climber)
Ciri :
Bentuk-bentuk hidup
1. Planta monocarpa (berbunga 1 x dan setelah buah masak akan mati)
a. Planta annua : semusim/setahun (Zea mays)
b. Planta biennis : 2 tahun (capsicum annum/lombok gede)
c. Planta multiennis (lebih lama lagi untuk berbuah
Contoh : Bambossa sp. dan nenas sebrang
2. Planta pollycarpa/perennis (berbunga dan berbuah berkali-kali) evergreen.
a. herba perennis : Zingiber sp.
b. Planta lignosa : Mangifera indica
Kelompok tanaman berdasarkan lingkungan
1. Hydrophyta
2. Mesophyta/ Higropyta
3. Xerophyta : cactacea (Opuntia Vulgaris)
4. Halophyla : sea grass,mangrove
Berdasarkan kuncup organ
1. Epiphyta (diatas permukaan tanah, akar tidak berada di tanah). Contoh : Dryharia quercifo
2. Biophyta(Solanum tuberosum)
3. Mesophyta/Hygrophya contoh pacar air Impatiens balsamina)
4. Phanerophyta(di atas tanah) Contoh Mangifera Indica
5. Chamaephyta (kuncup muncul dari permukaan tanah, Contoh : kacang
6. Hemi-Crypthophya contoh pegagan (Centella asiatica dan strawbery Fragaria sp.
7.Cryptophyta/Geophyta(umbi-umbian/Rhizom) Contoh : Zingiber sp.
8. Terophyta (annual/semusim)

Organ Utam Tumbuhan terbagi menjadi dua yaitu
1. Vegetatif (akar/root/radix, batang/stem/caulix & daun/leaf/folium)
2. Generatif (buah/fruit/fructus, bunga/fower/flos dan biji/seed/semen)

A. Daun (Folium)\
umumnya pipih, melebar dan hijau contoh aloevera
sebaai tempat terjadinya fotosintesis
Fungsi daun
Fisiologi / biologi : fotosintesis, respirasi, gutasi, transpirasi.
Ekonomis : makanan, obat, bahan serat, pewarna.
Ekologi : penyerapan pemanasan global

Bagian utama daun
1. helaian, upih daun(blade lamina)
2. Tangkai daun (petiole,petiolus)
3. Pelepah daun (sheat,vagina)
Daun lengkap umumnya monokotil berpelepah contohnya Colocasia esculenta dan Musa Paradisiaca. Sementara daun tak lengkap memili 2 dari 3 bagian utama.contoh Rhoeo discolor.

~ amplexicaulis : daun memeluk batang adalah sonchus arvensis.
~ sessilis : daun duduk contoh biduri, Calotropis gigantea
~ Subsessil : daun agak duduk
~ Equitens : daun saling memeluk

Bagian tambahan dari daun
a. stipula,stipule(daun penumpu) tidak terdapat di semua daun
Contoh : daun mawar dan kembang sepatu
b. Tarak/selaput bumbung (ochrea)stipula yang menyelubungi batang
Contoh : rumput asam, Polygonum paniculatum
c. Lidah daun(ligule, ligula)
Contoh : graminae,bambossa sp, zingiber sp.
Modifikasi Daun
a. Phyllolade, Cladophyll
Bagian batang yang bentuk dan fungsi seperti daun
contoh : Opuntia sp, beberapa anggota Euphorbiaceae
b.Phyllodium, Phyllode
Tangkai daun yang melebar menyerupai helaian daun
Contoh : daun kayu putih, petiolus melebar(terdapat kelenjar nektar) Acacia auriculiformis
c. Umbi lapis
Bulbus,bulb asalnya adalah daun yang menyerupai umbi lapis.
d. Sulur(chirrose,cirrose)
e. Spine(duri)
Contoh Solanum mammosum
f. Kantung Nephentes sp
memakan serangga karena memerlukan senyawa nitrat

Helaian Daun (blade/lamina)
bentuk daun (shape/cicum sciptio)
Pangkal daun (base/basis)
Ujung Daun (top/apex)
Tepi Daun (Margin)
Permukaan (integumen)
Daging daun (texture)
Pertulangan Daun (Vena,nervatio)

Bentuk Daun
a. Bagian terlebar dekat apex helaian daun
melanset sungsang(oblanceolate)
menyudip (sphatulate) contoh : lobak, Raphanus sativus L
membaji (cuncate) contoh Oxalis corniculata
menjantung (abcordate)
membundar telur sungsang(obovate)
Contoh : sawo kecik, Manilkara kauki
b. Bagian terlebar ditengah helaian
memita (linear)
melonjong(oblong) 1: 2 1/2
menjorong(Elliptical) 2:1
oval (ovalis)1 : 1,5
membundar (orbicularis)
membelah ketupat ( Rhomboideal)

contoh :Orthosiphon stamineus, sidagori
c. Bagian terlebar dekat pangkal
mendobus(subulate) contoh asparagus (ccemara0
melanset (lanealate) 1:3-5, alamanda , oleander
melancor (falcate) bulan sabit
memata panah(sagitage) eg. ipomea aquatica
menjantung(cordate) contoh binahongr(ovate)
membundar telur (ovate)e.g. sinyo nakal, duranta repens
mendelta (delfoide)
mengginjal (reniform) e.g pegagan, centella asiatica
Tepi daun
1. Biserratus (double-serratus) yang tiap angulusnya terdiri dari sinus dan angulus
2. Lobatus (berlekuk)
sinus tidak sampai pada tengah nervis lateralis
3. aculeate
4. lacerate
5. ciliate
6. laciniate
7 tripartitus nggiran lain

Bentuk pinggiran daun
1. Berkelijak (CIliate)
2. Mengeriting(Crispate)
3. Beronakan(Aculeafe)
4. Terkoyak (Lacerate)
5. Berjelabir (Lacinaate)

Pertulangan daun
Bagian-bagian
1. Ibu tulang daun/ tulang daun tengah (costae/midrib)
2. Tulang Daun lateral / tingkat 1. (nervis lateralis)
3. Urat daun (Vena) /cabang tingkat 2

Sistem Pertulangan Daun
a. Nervis divergintibus
1. Palminelved (menjari)
2. Penninerved (menyirip)
b. Nervis confluentibus
1. Rictinerved(sejajar) contoh : padi
2. Curninerved (melengkung) contoh harendong, Clidemia hirta, daun sungsang Gloriosa superba
Peruratan Daun
a. Reticulate (melengkung tidak beraturan seperti jala)
b. Scalariform (seperti tangga) contoh Clidemia hirta

Phyllotaxy (tat letak daun)
1. Pada satu buku melekat 1 helaian daun
a. Monostik(folia disticha, sejajar
b. Distik 2 baris
c. Tristik (Folia tristicha) 3 baris
contoh : teki Cyperus rotundus L. Pandan, Pandanus tectorius
d. Spiral (Folia sparsa) contoh pacing, Costus speciosus
2. Pada satu buku melekat 2 helaian daun
a. berhadapan
b. Berhadapan bersilang
3. Berkarang
a. Ferticilliata (pada satu buku melekat 3 helaian daun atau lebih
contoh : alamanda, nerium oleander
b. Beroset (Resula)
contoh kelapa, hanjuang
Permukaan Daun
1. Licin(laevis) mengkilat(nitidus);
2. Gundul (Glaber, glabrous)
contoh daun jambu air, eugenia aquera
3. Kasar (scaber,Scarbrour)
contoh daun jati, tectona grandis
4. Berkerut(Rugosus) contoh daun jambu biji,Psidium guajava
5. Berbenjol-benjol(Bullatus)
contoh daun air mata pengantin, Antigonon leptopus
6. Dengan Rambut (Pillus)
Rambut (Hairy)
1. Pilose (meroma)
2. Villose (memasai)
3. Velutinus (beludru)
4. Hirsute (memisai)
5. Stelato-pilose (Bermbut bintang)
6. Setosus (berambut duri)
7. Plumosus(bermbut bulu)
8. Pubescens(berbulu pubis)
9. Sericeus (menyutera)
10. Lanatus (mengwol)
11. lanuginose (mengkapas)
Daging daun (Internvenium)
membranoceous (menyelaput)
Herbaceous (tipis/lunak)
Popyraceous (mengertas)
Cariaceous(mengulit/beringgit)
Curnosus ( berdaging) lidah buaya
Pergamentaceus (seperti perkamen)

B. Bunga
A. Bunga merupakan evoulusi dari cabang dan daun
bunga adalah alat perkembang-biakan secara generatif dari tumbuhan karena bunga memiliki fistillum dan stamen.Bungan sebenarnya adalah suatu cabang dari daun yang daun-daunya telah berubah fungsinya. Alasan-alasannya adalah :
1. letak cabang pada ujung daun dan atau ketiak daun. Demikian pula letak bunganya
2. Pada batang masih meendapatkan ruas-ruas.tetapi pada bunga ruas-ruas itu telah memendek, sehingga tidak tampak jelas. Dengan demikian bagian-bagian bunga keluar dari tempat yang sama tinggi.
3. Bagian -bagian bunga anyak yang masih mengandung sirip daun misalnya:
a. Calyx(kelopak bunga) pada mawar (Rosa sp), warnanya masih hijau dan letaknya dalam susunan spiral.
b. corolla (mahkota bunga) bentuknya seperti daun hanya warnanya saja yang berubah
c. andraecium
d. Gynaeciume
e. Receptaculum(dasar bunga)
Fungsi bunga
1. alat perkembang-biakan
2. alat pemikat untuk kelestariannya
a. bentuknya yang indah,beragam :
bunga bibir (labelum) : Labiatae
bunga tabung(tubus) :Tubiflorae
bunga kupu (papilion) : papilionaceae
bunga mangkok (campanula) : campalunaceae
bunga payung : umbellaceae
bunga pita (ligalatus) : asteraceae
3. Baunya yang harum. eg. kenanga
4. Menghasilkan madu. e.g kastuba

C. Batang dan Modifikasinya
Batang merupakan organ pendukung dan penghantar pada tumbuhan , biasanya merupakan pertumbuhan lanjutan epikotil dan tumbuh ke atas. Fungsi batang : sebagai organ pengangkut, organ penunjang, memperluas asimilasi dan tempat penimbunan zat makanan.
Bagian – bagian luar dari batang
1. Kuncup (bud) adalah puncuk
Daun(sirkum Skripsi)
Daun(leaf folium) merupakan organ pad tumbuhan yang umumnya pipih, melebar dan berwarna hijau serta berfungsi untuk fotosintesis dan transpirasi.
Bagian utama dari daun terdiri dari pelepah daun(sheath vagma), tangkai daun(petiole, pertiolus) dan helaian daun (blade lamma). Bagian Perhiasan dan kelamin bunga

A. Malvaceae
Ciri umum non climbing, daun spiral,mempunyai daun penumpu(stipula), perhiasan bunga berjumlah 5 dan kelipatannya, aktinomorf,hermaprodit,sepal connate,petal bebas,stamen banyak, filamen berfusi dalam sebuah tabung(monodelphus), ovary superior.biasanya berupa semak;palminerved;mempunyai kelopak tambahan(epicalyx0 ; buah capsule.
Habitus: tumbuhan terna atau perdu,sering mempunyai rambut bintang(sterharen)
Daun : tunggal biasanya berurat daun menjari, mempunyai daun penumpu stipula), pada beberapa jenis misalnya pada hibiscus tiliaceus mempunyai kelenjar nektar “extraflore nectarium” pada daun bagian bawah.
Bunga : umumnya tunggal yang keluar dari ketiak daun (axillaris), aktinomorf, biseksual ;; Calyx 5 sepalum bersatu membentuk cawan, ujungnya bergigi 5, sering terdapat kelopak tambahan, terdapat pada
B. Canaceae
Ciri umi=um : berkayu, bergetah, daun tunggal, entire, penninerved. ncorolla berjumlah 4 atau 5, sympetalous,lobusnya terpuntur(contortae) ketika kuncup,stamen 5, epipetalous,ovary superior,2 locular.
Habitus : tumbuhan perdu atau pohon. Mempunyai getah yang putih / bening biasanya beracun. seperti pada nerium, thevetia, Allamanda, Plumeria)
Daun : tunggal, letak daun biasanya decusata, oposita atau verticilata; stipula tidak ada, tetapi kadang – kadang ada seperti Allamanda chatartica dan terletak didalam ketiak daun berupa kelenjar)
Bunga : Tunggal atau merupakan perbungaan dalam tandan(racemus), dichasium atau monochasium. corymbus ramosus(malai rata)
Leguminosae : ciri umum
C. Apocynaceae

Leguminosae
A. Mimosaceae

B. Caesalpiniaceae
Ciri umummya pinnatus

C. Papilionaceae

A. Asteraceae
B.Euphorbiaceae
C.Rubiaceae

A. Nytaginaceae

Bunga kertas bougenvillea spectabillis dan bunga pukul empat Mirabilis jalapa
B. Bignoniaceae

C. Achantaceae

\

A. Turneraceae

B. Verbenaceae

C. Lamiaceae
Kumis kucing
A. Pinaceae
B. Orchideae

ciri hepatitis

Hepatitis

Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati. Hepatitis dalam bahasa awam sering juga disebut istilah lever atau sakit kuning. Peradangan hati dapat disebabkan oleh infeksi berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa. Namun pada umumnya disebabkan oleh virus (virus hepatitis).
Radang hati juga dapat terjadi akibat bahan-bahan kimia yang meracuni hati, obat-obatan, dan alkohol, yang disebut juga dengan hepatitis non-virus. Hepatitis akibat obat-obatan hanya menyerang orang yang sensitif. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis virus dibagi menjadi 5 berdasarkan jenis virus penyebabnya, yaitu: virus hepatitis A (VHA), B (VHB), C (VHC), D (VHD), dan E (VHE), Hepatitis akibat virus dapat menjadi kronis dan berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Penyakit hati termasuk diantaranya Hepatitis B dan C merupakan penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Penyakit hati masih merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat melihat besarnya jumlah penduduk yang terinfeksi terutama pada usia produktif, yang dapat menyebabkan penyakit hati kronik meliputi hepatitis kronik, pengerasan hati (sirosis) dan kanker hati. Hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeks
Hepatitis B clan C. Penularan biasanya terjadi melalui beberapa cara antara lain: penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama.

Ciri-ciri terserang hepatitis
Gejala-gejala
a. Demam ringan
b. Rasa letih
c. Hilang nafsu makan
d. Mual sampai muntah
e. Rasa tidak enak / sakit pada perut
f. Kadang-kadang disertai nyeri sendi nyeri dan bengkak pada perut kanan atas.

Gejala setelah 1 minggu
a. Air seni berwarna tua (seperti teh)
b. Feses bcrwarna hitam kemerahan
c. Mata bagian putih berwarna kuning
d. Kulit tubuh tampak kuning.

Cara kerja klorofil
Klorofil membersihkan toksin termasuk virus, baktori, protozoa dan residu obat yang menyebabkan peradangan hati, Kemampuan klorofil sebagai zat anti peradangan membantu proses penyembuhan hepatitis dengan meredakan peradangan dan menurunkan panas tubuh. Potensi klorofil dalam melindungl organ hati akan meringankan kerja organ dan membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
Berdasarkan penelitian Okuda dkk. (1975), Sakuno (1978) serta Wang dkk. (1981) menunjukkan bahwa klorofil dapat meningkatkan fungsi organ hati dalam fungsinya untuk mengeluarkan kolesterol dari darah ke empedu.

pengertian transfer embrio

A. PENGERTIAN TRANSFER EMBRIO
Teknologi TE (transfer embrio) pada sapi merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB). Pada prinsipnya teknik TE adalah rekayasa fungsi alat reproduksi sapi betina unggul dengan hormon superovulasi sehingga diperoleh ovulasi sel telur dalam jumlah besar. Sel telur hasil superovulasi ini akan dibuahi oleh spermatozoa unggul melalui teknik IB sehingga terbentuk embrio yang unggul. Embrio yang diperoleh dari donor dikoleksi dan dievaluasi, kemudian ditransfer ke induk resipien sampai terjadi kelahiran. TE memungkinkan induk betinaunggul memproduksi anak dalam jumlah banyak tanpa harus bunting dan melahirkan. TE dapat mengoptimalkan bukan hanya potensi dari jantan saja tetapi potensi betinaberkualitas unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada proses reproduksialamiah, kemampuan betina untuk bunting hanya sekali dalam 1 tahun (9 bulan buntingditambah persiapan untuk bunting berikutnya) dan hanya mampu menghasilkan 1 atau 2anak bila terjadi kembar. Menggunakan teknologi TE, betina unggul tidak perlu buntingtetapi hanya berfungsi menghasilkan embrio yang untuk selanjutnya bisa ditransfer(dititipkan) pada induk titipan (resipien) dengan kualitas genetik rata-rata tetapi mempunyai kemampuan untuk bunting.

B. PROSES TRANSFER EMBRIO
Teknologi transfer embrio merupakan aplikasi bioteknologi reproduksi ternak melalui teknik Multiple Ovulation Embrio Transfer (MOET) serta rekayasa genetic untuk meningkatkan mutu genetik dalam waktu yang lebih singkat dan jumlah yang lebih banyak. Teknik produksi embrio dapat dilaksanakan dengan beberapa cara seperti cara konvensional atau invivo dan metode invitro serta Oocyt Pick Up (OPU). Produksi embrio dengan cara invivo ialah salah satu teknik produksi embrio dimana pembentukan embrio berlangsung di dalam alat reproduki betina sedangkan metode invitro adalah sebaliknya yaitu proses pembentukan embrionya berlangsung di luar alat reproduksi. Dan untuk pengembangan dan peningkatan produksi dalam rangka penekanan biaya produksi dapat diterapkan teknik kloning Embrio. Embrio yang digunakan untuk transfer embrio dapat berupa embrio segar atau embrio beku (freezing embrio). Embrio beku efisien untuk dipakai karena dapat disimpan lama sebagai stock dan dapat dibawa ke daerah-daerah yang membutuhkan.Sedangkan embrio segar hanya dapat di transfer pada saat produksi dilokasi yang berdekatan dengan donor.
Peningkatan mutu genetik dengan ketersediaan anak keturunan yang banyak maka diarahkan kepada:
1. Transfer Embrio Jenis Sapi Potong.
Untuk menghasilkan bibit yang akan menghasilkan bibit dasar dengan pertambahan bobot badan > 1,5 kg/hari dan mencapai berat > 400 kg pada umur 1,5 tahun. Yang telah di produksi antara lain Simenthal, Limousin, Brangus, Brahman, Angus dan Crossing Simenthal dan Brahman
2. Transfer Embrio Sapi Perah.
Untuk menghasilkan bibit dasar (Fondation stock) dengan kriteria dari induk produksi susu > 7000 kg laktasi dan untuk pejantan mewariskan produksi susu > 10.000 kg laktasi. Bangsa yang telah di produksi adalah FH.
Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing proses transfer embrio :
1. Pengadaan Sapi Donor dan Sapi Resipien
Seleksi dilakukan dengan tujuan agar hewan yang dijadikan sebagai donor maupun resipien merupakan hewan yang layak mendapat perlakuan terhadap teknologi transfer embrio. Calon donor yang akan dipakai harus diseleksi dengan kriteria sbb:
a. Memiliki genetik yang unggul (Genetik Superiority)
b. Mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi (High Reproductivity), sehat secara serologis bebas dari penyakit hewan menular terutama penyakit-penyakit reproduksi
c. Memiliki nilai pasar tinggi.
d. Sejarah reproduksi diketahui, mempunyai siklus birahi normal dan kemampuan fertilitas tinggi
Pada calon resipient diberikan persyaratan berikut :
a. Minimal sudah beranak atau dara yang mempunyai performans yang baik mempunyai berat badan minimal 300 kg
b. Bebas penyakit menular terutama penyakit reproduksi.
c. Sejarah reproduksi tidak menunjukkan gejala infertil, mempunyai siklus normal, tanda birahi terlihat jelas, intensitas lendir birahi normal dan transparan dan mempunyai interval birahi antara l8 -24 hari.
d. Sapi resipien tidak harus mempunyai mutu genetik yang baik dan berasal dari bangsa yang sama, tetapi harus mempunyai organ dan siklus reproduksi normal, tidak pernah mengalami kesulitan melahirkan (distokia)
2. Super Ovulasi
Sapi merupakan ternak uniparous, dimana sel telur yang terovulasi setiap siklus berahi biasanya hanya satu buah. Dalam program TE, untuk merangsang terjadinya ovulasi ganda, maka diberikan hormon superovulasi sehingga diperoleh ovulasi sel telur dalam jumlah besar. Hormon yang banyak digunakan untuk rekayasa superovulasi adalah hormon gonadotropin seperti Pregnant Mare’s Serum Gonadotripin (PMSG) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH). Penyuntikan hormon gonadotropin akan meningkatkan perkembangan folikel pada ovarium (folikulogenesis) dan pematangan folikel sehingga diperoleh ovulasi sel telur yang lebih banyak. Hormon FSH mempunyai waktu paruh hidup dalam induk sapi antara 2-5 jam. Pemberian FSH dilakukan sehari dua kali yaitu pada pagi dan sore hari selama 4 hari dengan dosis 28 – 50 mg (tergantung berat badan). Perlakuan superovulasi dilakukan pada hari ke sembilan sampai hari ke 14 setelah berahi.
3. Penyerentakan Berahi
Penyerentakan berahi atau sinkronisasi estrus adalah usaha yang bertujuan untuk mensinkronkan kondisi reproduksi ternak sapi donor dan resipien. Sinkronisasi estrus umumnya menggunakan hormon prostaglandin F2a (PGF2a ) atau kombinasi hormon progesteron dengan PGF2a . Prosedur yang digunakan adalah:
a. Ternak yang diketahui mempunyai corpus luteum (CL), dilakukan penyuntikan PGF2a satu kali. Berahi biasanya timbul 48 sampai 96 jam setelah penyuntikan.
b. Apabila tanpa memperhatikan ada tidaknya CL, penyuntikan PGF2a dilakukan dua kali selang waktu 11-12 hari.
Penyuntikan PGF2a pada ternak resipien harus dilakukan satu hari lebih awal daripada donor. Keadaan ini disebabkan karena pada ternak donor yang telah diberi hormon gonadotropin, berahi biasanya lebih cepat yaitu 36 – 60 jam setelah penyuntikan PGF2a, sedangkan pada resipien berahi biasanya timbul 48 – 96 jam setelah penyuntikan PGF2a
4. Inseminasi Buatan
IB yang baik dilaksanakan 6 sampai 24 jam setelah timbulnya berahi. Berahi pada sapi ditandai oleh alat kelamin luar (vagina) berwarna merah, bengkak dan keluarnya lendir jernih serta tingkah laku sapi yang menaiki sapi lain atau diam apabila dinaiki sapi lain. Pada program TE, IB dilakukan dengan dosis ganda dimana satu straw semen beku biasanya mengandung 30 juta spermatozoa unggul.
5. Koleksi Embrio
Koleksi embrio pada sapi donor dilakukan pada hari ke 7 sampai 8 setelah berahi. Sebelum dilakukan panen embrio, bagian vulva dan vagina dibersihkan dan disterilkan dengan menggunakan kapas yang mengandung alkohol 70%. Koleksi embrio dilakukan dengan menggunakan foley kateter dua jalur 16-20G steril (tergantung ukuran serviks). Pembilasan dilakukan dengan memasukkan medium flushing Modified Dulbecco Phosphate Buffered Saline (M-PBS) yang telah dihangatkan di dalam waterbath 37°C. Embrio yang didapat dari pembilasan bisa langsung di transfer ke dalam sapi resipien atau dibekukan untuk disimpan dan di transfer pada waktu lain.
6. Transfer Embrio
Terdapat dua metode TE yang digunakan yaitu metode pembedahan dan metode tanpa pembedahan. Metode pembedahan dilakukan dengan jalan membuatan sayatan di daerah perut (laparotomi) baik sayatan sisi (flank incici) atau sayatan pada garis tengah perut (midle incici). Metode tanpa pembedahan dilakukan dengan memasukkan embrio kedalam straw kemudian ditransfer kedalam uterus resipien dengan menggunakan cassoue gun insemination.
Tiga (3) Faktor penting yang harus diperhatikan guna keberhasilan pelaksanaan transfer embrio adalah :
1. Kualitas embrio yang akan di transfer; umur,kwalitas, jenis embrio (bela/segar) metode pembekuan adanyakontaminasi atau infeksi pada embrio.
2. Tingkat keterampilan petugas dalam mentranfer antara lain kemampuan mendeposisikan embrio secara tepat (sepertiga apexcornua uteri) dan cepat, tidak terjadi luka pada uterus, dan sapi tenang/tidak stres.
3. Respon sapi resipien terhadap sinkronisasi, kondisi pakan yang digunakan, kondisi tubuh dengan BCS (Body Condition Skor) sedang (2,8-3,5) tidak ditemukan peradangan, kondisi ovarium dan CL normal dan penjagaan sapi jangan sampai stres.

C. MANFAAT DAN KEUNGGULAN TRANSFER EMBRIO
Adapun manfaat teknologi transfer embrio adalah:
1. Meningkatkan mutu genetik ternak.
2. Mempercepat peningkatan populasi ternak.
3. Berpotensi mencegah berjangkitnya penyakit hewan menular yang ditularkan lewat saluran kelamin.
4. Mempercepat pengenalan material genetik baru lewat ekspor embrio beku.
5. Meningkatkan penyediaan sumber bibit unggul.
6. Memanfaatkan sapi lokal yang kurang unggul untuk menghasilkan keturunan yang unggul.
7. Meningkatkan pendapatan masyarakat
Keunggulan teknologi transfer embrio dibandingkan inseminasi buatan adalah:
1. Perbaikan mutu genetik pada IB hanya berasal dari pejantan unggul sedangkan dengan teknologi TE, sifat unggul dapat berasal dari pejantan dan induk yang unggul
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh derajat kemurnian genetik yang tinggi (purebred) dengan TE jauh lebih cepat dibandingkan IB dan kawin alam.
3. Dengan teknik TE, seekor betina unggul mampu menghasilkan lebih dari 20 – 30 ekor pedet unggul per tahun, sedangkan dengan IB, hanya dapat menghasilkan satu pedet per tahun.
4. Melalui teknik TE dimungkinkan terjadinya kebuntingan kembar, dengan jalan mentransfer setiap tanduk uterus (cornua uteri) dengan satu embrio.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Kementrian Pertanian: Balai Embrio Ternak. Diambil darihttp://www.betcipelang.info/ hari Jumat, 7 Januari 2011 pukul 17.30 wib.

Novalina, Hasugian. 2009. Transfer Embrio Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor. Diambil dari http://novalinahasugian.blogspot.com/ hari Jumat, 7 Januari 2011 pukul 17.30 wib.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!